Konsumsi BBM Toyota Hilux S Cab, Lebih Irit dan Box yang Luas

Toyota memang selalu berinovasi dalam urusan kenyamanan dan sisi kebutuhan pelanggannya, salah satunya dengan menyediakan Hilux Single Cab. Dengan kendaraan ini, bukan hanya bisa membawa barang yang bobotnya agak lebih berat, juga konsumsi BBM Toyota Hilux S Cab miliknya cenderung tidak bikin sakit hati.

Apalagi ada banyak varian yang disediakan, seperti misalnya dengan tenaga mesin diesel 2,4 liter entry-level yang mampu menghasilkan 148 bhp, hingga versi 2,8 liter yang lebih bertenaga untuk mampu menghasilkan 201 bhp.

Kedua mesin ini memiliki daya tarik yang cukup untuk menarik hingga 3500 kg barang dengan kepasitas muatan mencapai 1030 kg.

Namun tetap saja, semakin berat barang bawaan yang kamu bebankan padanya, maka konsumsi bahan bakarnya semakin deras.

Biar lebih nyaman, kita buat patokan konsumsi BBM Toyota Hilux S Cab dengan tanpa beban, dan berikut adalah daftarnya:

Konsumsi Bahan Bakar Toyota Hilux S Cab

toyota hilux s cab

  • Toyota Hilux S Cab .9 2.0 VVTi S: 10,8 KM/L rute campuran.
  • Toyota Hilux S Cab .9 2.4 GD S: 14 KM/L rute campuran.
  • Toyota Hilux S Cab .9 2.7 VVTi RB S: 9,3 KM/L rute campuran.
  • Toyota Hilux S Cab .9 2.8 GD-6 RB Raider A/T: 13,5 KM/L rute campuran.

Memang terdapat kapasitas bensin dari 2.0 hingga 2.8 yang dapat kamu pilih. Namun untuk beberapa alasan, sebagian besar orang lebih memilih mencoba varian 2.4 liter yang lebih kecil dan gearbox manual atau otomatis.

Salah satu alasannya adalah penghematan yagn diberikannya dengan emisi karbondioksida sebesar 241-284 g/km, tergantung pada bodystyle dan spesifikasinya.

Toyota Hilux S Cab yang Paling Ramah Lingkungan

harga toyota hilux s cab

Seperti yang terlihat pada data di atas bahwa Toyota Hilux S Cab 2.4 cenderung lebih hemat dibandingkan dengan varian lainnya.

Akan tetapi jika berbicara masalah ramah lingkungan, maka Toyota Hilux S Cab 2.8-lah yang menang, sekalipun mesin diesel 2,8 terbatas pada model spesifikasi dari Invincible hingga Invincible X.

Jika kita urutkan, mesin diesel 2,8 berada di posisi kedua paling ekonomis sehingga masih layak untuk kita pilih jika kamu cinta terhadap alam dan lingkungan.

Rata-rata polusi atau karbondioksida yang dikeluarkannya hanya sebesar 224 g/km, jauh lebih rendah dibandingkan dengan varian lainnya.

Tingkat Keamanan Pada Pengendara

konsumsi bbm toyota hilux single cab

Kejadian mengerikan di jalanan tentunya bisa kita hindari dengan menggunakan kendaraan bernama Toyota Hilux D Cab dan S Cab yang satu ini.

Bukan bualan atau strategi marketing semata, karena fakta ini sudah dibuktikkan oleh Euro NCAP dengan cara uji tabrakan pada tahun 2016 lalu.

Secara keseluruhan, Hilux akhirnya mencetak 93% perlindungan bagi orang dewasa dan 82% perlindungan bagi anak-anak, membuatnya menjadi salah satu jajaran kendaraan dengan review bintang 5 di kelasnya.

Semua model difasilitasi dengan airbag, kursi yang didesain untuk meminimalkan whiplash jika terjadi tabrakan, kontrol traksi, kontrol stabilitas, bantuan saat menanjak untuk mencegah rollback (mundur ke belakang secara tak terkendali), dan kontrol goyangan trailer.

Menariknya, semua fitur ini akan secara otomatis mengambil tindakan kuratif jika mendeteksi hal-hal di luar dugaan yang tak dapat dikontrol oleh manusia atau sang supir.

Layakkah Toyota Hilux S Cab Dipilih?

konsumsi bahan bakar toyota hilux single cabin

Inilah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para calon pembeli, yang mana sangat sulit dijawab jika dilihat dari perspektif netral karena ada banyak variabel yang harus dipikirkan.

Sebagian besar orang lebih menyukai Toyota Hilux D Cab karena cenderung lebih mampu membawa banyak orang.

Namun ada kalanya kita membutuhkan kendaraan yang mampu menampung bobot barang yang berat tanpa adanya kabin tambahan sebagai bagian dari penghematan.

Itu artinya, silahkan gunakan Toyota Hilux S Cab jika ingin lebih menghemat dan kuat dalam membawa barang hingga 3500 kg.

Namun pastikan kamu memilih bermesin 2,4 liter atau 2,8 liter karena merupakan jenis yang paling irit dengan pengeluaran CO2 paling rendah.

Tinggalkan komentar